#4


Gamon

Kemarin, kubuka lembar yang seharusnya tak perlu kujejal lagi

Seakan berkata " Kamu ngapain balik lagi? "


Diam-diam, aku menyeringai pada produk selulosa bersampul biru langit itu

Latar sempurna untuk menyorot gedung dan bangunan--yang entah apa maknanya ditempatkan di sana-

Lah, tapi buat apa juga ribut-ribut

Toh saya bukan desainer sampul -buku yang dapatnya hasil Perang Bubat karena tak mau yang codet-codet atau tidak bersampul--

Plastik.

Ya, buat apa juga aku baca lagi buku ips? 

Ah, iya. Bantuin pr adik.


Tahun I
Biru ada kapal-kapalnya.

Tahun II
Langit dengan bangunan tak homogen yang--
Entahlah, aku sedari tadi menyangkal spekulasiku untuk mengungkap maksud sang desainer sampul.

Tahun III
Ini rada nyentrik, warna ijo.
Aku tak terlalu ingat gambar apa, karena 2/3 luas sampul benar-benar hijau polos.
Dan,
Karena bayangan presentasi dan tes mingguan -yang bikin cangkeul tangan- sudah amat melekat pada sampul tersebut.
Oke, mari kita batasi ini. Sebelum lebih jauh bahas personal. 


Sudah lewat 2 tahun
Saat melahapnya terasa amat menyenangkan
Terlarut berjam-jam dengan kedok 'belajar'

Kalau dulu, 
Selepas itu, tanpa rasa bersalah
Tanpa memikirkan matematika yang suka salah option, atau kimia yang tugasnya aneh-aneh

Tanpa misuh-misuh "aduh harusnya dipake buat lanjutin materi ini"
Tuhan, bisakah mapel saintek cuma biologi doang?
Atau, pindahkan saja biologi ke rumpun soshum


Saya akan linjur dengan senang hati.


Story telling malem-malem, thanks to uh sejarah esok harinya
Gesrek-gesrek peta di atlas yang lecek koyak ketarik kedudukan aku waktu sd.
Berasa jadi kritikus sapiens tiap submap sosio
Totalitas karena dulu...mirip slogan website PPDB

"semua mapel sama saja"



14/11/2021


Fyi, besok Senin.

Komentar

Postingan Populer