#6

 

JANGAN KEBANYAKAN MIKIR


Banyak yang bilang, aku ini visioner

Usaha setengah-setengah itu nanggung banget buat aku

“ Kalau bisa baking seloyang, kenapa harus sepotong? “

Mungkin, gitu.

 

Well, aku nggak bakal bohong kalau itu juga bantu aku, in many aspects.

Itu bantu aku maksimalin sebisa mungkin semua yang aku lakukan.

Tapi, ‘maksimal’ itu sebenarnya cukup abstrak, ya?

Apakah maksimal itu 100? Wohoo belum tentu.

Jajan paling murah aja minimal Rp.500, loh!

 

Dan sadar atau nggak, ‘maksimal’ itu kadang bisa jadi sumber excuses yang beneran toxic.

“ Aku mau belajar, “

“ Eh nggak, kalau jam segini kayaknya nanggung banget,”

“ Eh nggak, materinya belum selesai semua, nanti kalau udah review terus banyak yang kelewat, gimana? Bolak balik dong! Nggak sekalian aja nanti biar optimal udah dapet semua? “

“ Eh, rangkuman aku berantakan banget, kayaknya kalau aku mau review lagi nanti bakal nggak kebaca deh! Tip x nya kebanyakan, ini kotaknya nggak simetris ganggu banget! Memori itu bisa ke-distract sama layout nanggung kayak gini, loh! “

“ Eh, apa enaknya cari-cari study tips di ig dulu ya? Biar maksimal, nggak cape 2 kali, “

“ Eh bentar, enaknya timer berapa balikan ya? Enaknya bunyi alarmnya yang gimana ya? Kalau nanti bikin kaget kan nggak bagus buat mood ke depannya, “

“ Eh, belajar mapel A segimana dulu, ya? Aduh, kalau segini nanggung nggak, sih? Ih, tapi belajar mapel B juga perlu kayaknya. Ini mapel C kyknya bakal rumit sih, jadi perlu lama. Kira-kira, harus diatur segimana ya, supaya dapet proporsi paling seimbang? “

“Eh, yakin mau mapel A dulu? Nanti kalau mapel B nggak ada waktu gimana? Ih, tapi mapel C porsi nilainya juga gede! Bentar, kalau akua tur mapel A segini, terus mapel B, terus mapel C sekian, ih tapi kayaknya kurang pas deh pembagian durasinya! Susun ulang kali, ya? Kayaknya lebih pas, “

“ Ih, tapi sekarang belajar juga nanggung, bentar lagi Zuhur. Mending abis shalat, makan, baru mulai. Ih, tapi tengah hari tuh kan katanya masa-masa otak lagi nggak produktif banget! Nanti kalau malah nggak maksimal gimana? Nanti cape 2 kali dong, kalau harus jadwalin review lagi gara-gara nggak masuk otak? “

Kalau gini ceritanya, jelas yang morotin ‘produktivitas otak’ bukan jenis mapel, rangkuman kagok, atau waktu belajarnya.

Yang niatnya mau produktif, akhirnya nggak ngehasilin ‘produk’ apapun selain pikiran penuh dan target yang akhirnya nggak kelar-kelar.

 

Dan…dari sini aku belajar, bahwa

 

Di beberapa situasi, justru kita lebih baik jangan kebanyakan mikir.

Kayak contoh di atas tadi.

Mungkin, kalau aku nggak banyak mikir saat itu, aku udah gas aja selesain mapel A.

Mungkin materinya nggak 100% masuk, mungkin bakal perlu review 2 atau 3 kali lagi, mungkin rangkumannya bakal nanggung dan memancing istighfar.

Tapi setidaknya, ada yang selesai, kan?

Atau kalau ternyata masih memungkinkan, bisa aja aku udah lanjut materi B, atau lihat-lihat dikit materi C. Mungkin belum sampai paham, mungkin belum 100%

Mungkin 70, 50, 20% nya pun belum. Mungkin baru 15, 10, atau bahkan 5%?

Tapi, bukankah 5 lebih ‘positif’ daripada 0?

Lihat aja garis bilangan, hehe.

 

Jadi, kalau kita kepikiran untuk mengusahakan sesuatu, selama nggak melanggar syariat agama, selama kita punya kemungkinan untuk itu, lakukan.

Jangan mikirin akan berapa lama, berapa kali harus gagal, berapa cape, berapa-berapa lainnya, cut it down, Dear!

Sini, deh! Aku kasih lihat sesuatu.

Bisa jadi, usaha kita hasilnya bakal di sini
      

Atau di sini



Atau mungkin di sini



Ah, nggak. Geser ke sini juga bisa aja, kan?


Di sini juga gapapa


Kalau di sini, terus kenapa?


(*dan masih banyak tapi niat saya bukan nulis konten desain kan hiks)

Terus, kalau gitu,

Apakah bisa dipastikan berhasil? Nggak.

Apakah bisa dipastikan gagal? Nggak juga.

Karena kemampuan tertinggi ‘pasti’-nya manusia itu cuma yakin.


Jadi, yok bangun!

Berdiri dimulai dari bangun.

Berjalan juga dimulai dari bangun.

Bahkan berlari pun dimulai .dari bangun, kan?


Udah, jangan kebanyakan mikir!

Mistakes are normal

Failures are normal

Small steps are normal.

However, keeping urself going and trying isn't normal.


It's fantastic.



3/12/2021

Gelap.

Komentar

Postingan Populer